Selasa, 15 Juli 2014

#MovieCorner #15: Dawn of the Planet of the Apes

Warning! Spoiler alert!

The battle of the apes is hitting San Fransisco, who’s in?

Satu lagi film action dengan tense yang tinggi selain Transformers 4 dihadirkan untuk meramaikan musim panas 2014 ini. Yep, apalagi kalau bukan Dawn of the Planet of the Apes.


Film ini bercerita tentang kelanjutan hidup para kera setelah 10 tahun pasca menyebarnya virus Simian Flu yang menyebabkan punahnya umat manusia di bumi, sementara para kera terus tumbuh dan bertambah. Dipimpin oleh kera cerdas bernama Caesar (Andy Serkis) yang pernah dijadikan bahan percobaan dan awal mula penyebaran simian flu, ia memimpin kelompoknya yang bertempat tinggal di Muir Woods, San Fransisco Utara, dengan arif dan bijaksana. Para kera yakin bahwa bangsa manusia telah punah, sebelum mereka bertemu dengan sekelompok kecil manusia yang dipimpin oleh Malcolm (Jason Clarke) yang ingin memperbaiki bendungan di wilayah tempat tinggal para kera untuk menyokong kehidupan sejumlah umat manusia yang selamat dari penyebaran virus simian flu, dibawah pimpinan Dreyfus (Gary Oldman). Ketegangan dimulai ketika Koba (Toby Kebbell), kera terpercaya Caesar, yang tidak pernah percaya dan selalu berburuk sangka pada manusia karena luka di masa lampau sehingga ia terus mencari kesalahan dan berusaha memerangi manusia untuk membalaskan dendam masa lalunya. Pada akhirnya, perang antara manusia dan kera tidak bisa dihindarkan.


Sekuel lanjutan dari film pertamanya yang berjudul Rise of the Planet of the Apes ini bisa dikatakan sebagai merupakan pemuas dahaga ber-tense tinggi akan ekspektasi penonton terhadap film pertamanya. Tak heran, penonton yang terdaftar dalam IMDb.com memberikan nilai 8.6 untuk film keduanya ini, cukup jauh ratingnya dengan film pertamanya yang hanya mencapai angka 7.6 saja.

Banyak hal yang ditonjolkan oleh sang sutradara, Matt Reeves, sehingga film ini layak mendapat acungan jempol, diantaranya; pertama, Matt membuat twist satu ke twist yang lain dengan apik. Ia mengantarkan naik-turunnya klimaks dalam konflik dengan cukup teratur dan tidak terburu-buru sehingga membuat cerita ‘aman’. Tense yang ia buat di setiap konflik dirasa tepat pada waktunya, sehingga membuat penonton tidak terlena dengan rasa ‘aman’ dalam cerita yang mengekor pada kebosanan, melainkan  terus memberikan rasa tegang berkala.


Selain itu juga penokohan para kera cerdas yang tidak terkesan ‘maksa’. Semua karakter kera, terutama karakter utamanya, dibuat se-natural mungkin namun mendekati manusia yang kadang membuat penonton lupa bahwa mereka menonton tingkah laku binatang, bukan manusia. Hal itu membuat emosi karakter mudah dimengerti sehingga alur cerita mudah dipahami.


Dalam hal visual-audio effect, this movie has pretty much good! Apalagi dalam hal peletakkan karakter-karakter kera yang unbelievably awesome. Melihat teknologi motion capture yang semakin bagus dari satu film ke film lain saat ini, Dawn of the Planet of the Apes adalah salah satunya yang mengaplikasikannya tanpa cela. Efek yang sedemikian bagusnya membuat keberadaan mereka serta perang yang disajikan semakin nyata di mata penonton.


Sayangnya, dari sekian banyak adegan yang disajikan begitu hebatnya, Matt masih menyediakan sedikit slot untuk wasted scenes di pembangunan konflik dalam film yang tidak begitu berpengaruh pada kemenarikan dan kelangsungan cerita. But, it’s okay, hanya sedikit saja kok di bagian tengan dan tigaperempat menuju akhir film.

Overall, it is still a recommended movie to watch this summer. Happy watching. J

Rate: 8.5/10

Dawn of the Planet of the Apes
Action – Drama – Science Fiction
130 minutes

Director              : Matt Reeves
Production Co  : Chernin Entertainme
nt, 20th Century Fox
Released              : 11st of July 2014 (Indonesia)



Information and picture sources:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar