Rabu, 09 Juli 2014

#FoodSpot #14: Waroeng Doeloe (Wadoel)

Halo-halo Bandung!

It is another free day because we have the election for the president, have you vote today?

Bagi yang udah vote, nggak ada salahnya kalo sisa hari liburnya dipake dengan hang out atau having a quality time barengan keluarga, buka bersama dengan makan di luar misalnya. Nah, gue punya rekomendasi tempat makan untuk keluarga yang homey banget, namanya Waroeng Doeloe (Wadoel).

Sesuai dengan namanya, Wadoel ini memang memberikan kesan jadul alias jaman dulu. Suasana dan interiornya dibuat menyerupai rumah tempo dulu dengan meja-meja dan kursi-kursi kayu, lampu lentera kuning dan beberapa ornamen yang ‘dulu’ banget.


FYI, Wadoel ini memang baru dibuka, jadi wajar kalo tempatnya masih agak sepi. Tapi mungkin kalo untuk hari biasa kayanya akan rame-rame aja deh, soalnya tempatnya yang tepat diantara jalan Purnawarman dan jalan Wastu Kencana ini memang cukup dekat dengan pusat perbelanjaan dan wilayah keramaian. I’m the only one yang dateng ke resto itu sekitar jam 5 kurang dan bebas banget milih meja yang masih kosong melompong, namun menjelang buka lumayan rame juga kok tempatnya.


Menu-menu yang ditawarkan disana adalah menu rumahan alias menu yang keluarga banget, seperti nasi goreng, nasi tutug oncom, nasi liwet, aneka sop, mie, roti bakar, dan lain sebagainya. Untuk minumnya sendiri tersedia berbagai macam kopi, teh, hingga jus buah.



Setelah sekian lama memandangi deretan makanan-minuman, akhirnya terpilihlah Nasi Goreng Kampung dan Greentea untuk menu berbuka. Temen gue sih pesen Nasi Liwet Komplit dan Es Lemon Tea, dan request supaya makanan diantar ke meja pas deket ke buka shaum aja biar nggak menggoda selera.

Mendekati adzan maghrib, free ta’jil dan minuman datang terlebih dahulu, baru sekitar sepuluh menit kemudian sehabis adzan, makanan datang. Nasi goreng kampung yang gue pesen tersaji dengan telur, sambal terasi, lalab, dan kerupuk putih sebagai pelengkapnya. Rasanya lumayan enak dan kampung banget meskipun masih enak nasi goreng kampung di Surabi Enhaii, hehe. Bedanya cukup tipis, sih. Green tea yang gue pesen sih greentea biasa yang banyak disajikan di resto dan kafe lain. Rasanya pas, nggak hambar dan nggak kemanisan. Cocok banget dinikmat dengan nasi goreng yang gue pesen.


Overall, I rate 8/10 for Waroeng Doeloe.


P.S.: Mungkin karena tempatnya masih baru, Wadoel masih belum memiliki mushola di dalamnya. Jadi untuk lu yang muslim dan mau sholat bisa agak jalan sedikit ke mesjid besar (sorry gue lupa namanya) yang letaknya di jalan Wastu Kencana.


Tertarik untuk kesana? Langsung datang aja ke Jalan Purnawarman No. 2, Bandung, berhubung Wadoel belum punya Twitter atau website resmi.

1 komentar:

  1. Terima Kasih ulasannya , salam kenal dari admin #WADOEL @waroeng_doeloe & www.waroengdoeloebandung.blogspot.com

    BalasHapus