Kamis, 03 Juli 2014

#MovieCorner #14: Transformers: Age of Extiction

Warning! Spoiler alert!

Who’s ready to see the battle of Autobots?

Well, seperti yang telah dijanjikan, para Autobot kembali bekerja sama dengan manusia to protect the earth from ‘the-bad-similar-creature’ sekaligus meramaikan musim panas dengan judul terbarunya, Transformers: Age of Extiction.


FYI, sekuel keempat dari film Transformers ini menceritakan tentang keberadaan Autobot di bumi setelah tiga tahun pasca Megatron dan Sentinel Prime dikalahkan di Chicago. Autobots dianggap sebagai ancaman untuk kelangsungan hidup umat manusia selanjutnya, sehingga mereka menjadi bahan incaran untuk dihancurkan, khususnya oleh pemerintah Amerika. Adalah Cade Yeader (Mark Wahlberg), seorang penemu yang kemudian menemukan Optimus Prime (voiced by Peter Cullen) dalam kondisi sekarat dan kemudian tergerak untuk memperbaikinya. Cade dan putrinya, Tessa (Nicola Peltz), juga kekasih putrinya, Shane (Jack Reynor), kemudian juga ikut menjadi buronan karena dianggap bekerja sama dengan Autobots.


Masalah tidak berhenti sampai disitu, divisi khusus di CIA yang menangani perburuan Autobots yang dipimpin oleh Harold Attinger (Kelsey Grammer), ternyata bekerja sama dengan alien sejenis yang dipimpin oleh Lockdown (voiced by Mark Ryan). Cerita semakin rumit ketika rekan Attinger, Joshua Joyce (Stanley Tucci), berhasil menemukan Transformium, unsur dari logam Transformer yang membuatnya mampu menciptakan replika robot-robot Transformers yang bisa dikendalikan sendiri untuk keperluan militer Amerika. Pertarungan antar Autobots, Lockdown, dan robot-robot buatan manusia pun tak terhindarkan hingga akhir film.


Serupa dengan film-film Transformers sebelumnya, sang sutradara, Michael Bay, nampaknya ingin memberikan kesan mendalam terhadap film ini bagi para penonton. Pasalnya, penonton akan dibuat terkesan dengan visual-audio effect yang sangat fantastis, jauh lebih baik dari film Transformers sebelumnya. Bay memberikan sentuhan slow motion pada action effect di hampir seluruh adegan pertarungan dan ledakan yang membuat film ini menjadi begitu dramatis.


Sayangnya, visual-audio effect yang ditampilkan dengan begitu cemerlangnya tak didukung dengan jalan cerita yang apik. Sang sutradara tampak begitu memperhatikan detail dan ingin penonton tidak melewatkan sedikitpun penjelasan yang mengarahkan mereka pada permasalahan inti dalam cerita. Hal tersebut malah membuat masalah yang ditampilkan terlalu banyak dengan story twist yang rasanya terlalu dipaksakan sehingga membuat cerita menjadi terlalu panjang. Bagaimana tidak, film ini dibuat dengan durasi yang lumayan lama, yakni hingga 165 menit atau hampir 3 jam, and I think it is enough to make me yawning in the middle of battles.


Bay juga tidak terlalu pintar menyelipkan humor dalam filmnya, tidak seperti Shane Black dalam Iron Man-nya, atau Bryan Singer dalam X-Men-nya. It is like wasted-scenes, wasted-scenes are everywhere in this film. Besides, hubungan ayah-anak antara Cade dan Tessa yang juga ditonjolkan dalam film ini, menjadi hal yang tidak berkesinambungan dengan masalah antar Autobots dengan Lockdown maupun CIA yang jelas begitu besar dan jauh lebih menarik.

Overall, since it is the only real action movie in theater, there is no harm if you plan to go to theater and watch it. Happy watching. J


 Rate: 7/10

P.S.: Autobots yang ditampilkan di Transformers 4 ini kebanyakan adalah Transformers yang baru dan belum pernah ada di film sebelumnya kecuali Oprimus Prime dan Bumblebee. Autobots yang muncul pun terlihat lebih ‘manusiawi’ dengan ‘dandanan’ ala manusia, seperti contohnya Drift (voiced by Ken Watanabe) yang terlihat seperti seorang samurai, juga Crosshairs (voiced by John Dimaggio) yang terlihat seperti Neo dalam film The Martix.

Transformers: Age of Extiction
Action – Adventure – Science Fiction
165 minutes

Director              : Michael Bay
Production Co  : Paramount Pictures, Hasbro, Di Bonaventura Pictures
Released              : 27th June 2014 (Indonesia)



Info and picture sources:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar