Jumat, 04 Juli 2014

#FoodSpot #12: KrangKring

Selamat sore, Bandung!

Ramadhan month is in the house! Artinya, apalagi kalau bukan buka bareng sekaligus reunion...reunion is everywhere, hehe. Bagi yang bingung cari tempat makan yang asyik dengan beragam menu untuk buka shaum bareng temen-temen atau keluarga, gue punya solusinya. Yep, KrangKring is the answer.



Kafe yang terletak di jalan Ciliwung Bandung ini memiliki konsep foodcourt yang cozy banget sebagai daya tarik utamanya. Begitu masuk, lu nggak akan disodorin list menu oleh waitress-nya melainkan lu harus berkeliling untuk melihat dan memesan sendiri makanan dan minuman yang lu mau layaknya di foodcourt. Menu makanan yang tersedia pun cukup beragam, dari makanan lokal seperti lotek, gado-gado, dan bakso, hingga makanan mancanegara seperti Asian and Western foods.


Sesuai dengan slogannya yaitu ‘eat drink chat movie’, tempat ini memang mendukung banget untuk makan minum sambil ngobrol dan beli DVD film karena letaknya yang bersebelahan dengan The Movie Room, mau nonton juga boleh karena emang tersedia satu TV untuk film yang pengen lu tonton.



Enaknya, KrangKring bukanlah tempat yang crowded seperti Karnivor. Saat gue bela-belain dateng jam 16.00 untuk cari spot yang enak buat geng yang jumlahnya udah bisa buat bikin tim sepakbola dengan satu pelatih ternyata masih banyak banget tempat yang cukup enakeun hingga waktu dekat maghrib. Jadi berasa banget quality time dengan segala kerempongan dan kericuhannya plus nggak takut diusir karena nggak banyak yang ngantri makan kayak di Karnivor, hehe.


Beralih ke makanan, dari sejumlah stand yang tersedia disana, pilihan gue jatuh pada makanan lokal bernama Nasi Bambu featuring minuman khas Thailand, Thai Tea. Yang lain sih ada yang pilih kebab, soto sulung, ikan bakar, nasi goreng, dan berbagai macam lainnya. Setelah bayar apa yang kita pesan di kasir, kita tinggal nunggu deh makanan diantar ke meja kita.



Makanan datang lima menit sebelum waktu berbuka karena sebelumnya memang sudah request agar makanan diantar saat menjelang waktu berbuka shaum. Nasi bambu yang gue pesan terdiri dari nasi liwet yang dimasak dalam bambu agar terasa lebih enak dan gurih, kemudian disajikan dengan tambahan gepuk, tahu goreng, lalab, dan sambal terasi.



Gue cukup puas dengan rasanya yang enak banget (nggak tau karena gue shaum kali ya), terus sambelnya juga nggak mengecewakan karena di beberapa tempat makan sambel itu kayak hiasan doang yang merah iya tapi pedes kagak, hehe. Thai tea yang gue pesen sih agak kemanisan dikit karena susu kental manisnya agak kebanyakan, tapi lama-lama enak juga karena es yang mulai mencair dan bersatu dengan tea-nya.

Oh iya, karena sistemnya memang foodcourt, makanan yang gue pesen kemarin masih anget dan fresh banget. Nggak dingin atau jadi nggak enak karena kelamaan didiemin nunggu bedug maghrib karena tiap stand kan punya koki sendiri-sendiri yang ngebuat kita nggak harus nunggu lama atau harus order duluan kayak di kafe lain.

Dalam waktu sekitar 10 menit (plus icap-icip makanan sana-sini), makanan yang ada di piring kandas juga. Oh ya, di kasir juga tersedia berbagai macam keripik dan keripik pedes yang gue beli itu enak banget karena pedesnya yang nggak ngebego-begoin dan bersih pula. Sampe sekitar jam setengah 9 malam kita baru angkat kaki dari sana karena saking santai dan asyiknya rumpi dan bercanda-candi, hehe.


Overall, I rate 8.5/10 for KrangKring.


Buat lu yang tertarik dan langsung mau booking tempat disana, here’s the information:
Twitter           : @krangkringbdg
Pin BBM         : 2128B765
Phone             : 022-70907777
Location         : Jalan Ciliwung No. 1-3, Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar