Selasa, 06 Mei 2014

#MovieCorner #8: The Amazing Spider-Man 2

Warning, spoiler alert!

Please say hello to spider-guy who likes to swing in New York’s skyscrapers!


Bulan April-Mei ini bisa dibilang bulan-bulan spesial untuk Marvel, ya? Gimana enggak, Marvel langsung merilis tiga proyek film besarnya di dua bulan ini; Captain America: the Winter Soldier, The Amazing Spider-Man 2 dan X-Men: Days of Future Past. Nah, karena sebelumnya gue udah bahas tentang Captain America, sekarang waktunya gue bahas tentang manusia laba-laba yang menjadi superhero sekaligus tukang main-hakim-sendiri di New York City.

Film arahan Marc Webb ini menceritakan tentang kelanjutan hidup si manusia laba-laba, Peter Parker (Andrew Garfield), yang memiliki seorang pacar cantik dan cerdas bernama Gwen Stacy (Emma Stone).  Spider-Man, yang mengabdikan diri  untuk membasmi kejahatan di New York tanpa pamrih dan terkenal agak slengean ketika ia berada dalam kostum Spider-Man itu, ternyata juga memiliki masalah-masalah hidup seperti manusia biasa, baik kehidupan ekonominya yang tidak cukup mudah bersama Bibi May (Sally Field) karena ditinggalkan kedua orang tuanya saat ia masih kecil, juga masalah cintanya bersama Gwen yang menjadi complicated karena kekhawatiran terhadap ancaman musuh (plus, bayangan ayahnya Gwen yang selalu menghantui ketika ia merasa melibatkan Gwen dalam bahaya). Belum lagi ulah para penjahat yang mengancam warga kota New York, yang dalam film ini adalah Electro (Jamie Foxx) dan Green Goblin (Dane DeHaan). Juga, misteri tas berisi sejumlah berkas yang ditinggalkan oleh orang tuanya yang tak memiliki arti apapun baginya. Spider-Man, dengan segala cerita rumitnya, harus membayar kekuatannya dengan tanggung jawab besar yang ia emban, bagi hidupnya, maupun bagi warga New York City.


Marc Webb, sosok dibalik semua ke-amazing-an ini, tampaknya hanya bisa menjawab rasa penasaran terhadap filmnya, namun tak bisa memuaskan ekspektasi penonton mengenai Marvel’s movies. Hal tersebut terbukti dari bertenggernya The Amazing Spider-Man 2 di puncak box office minggu ini dengan keuntungan yang mencapai $91.6 M, namun hanya mendapat 7.5 di rating filmnya, jauh di bawah Captain America yang mencapai 8.4 (IMDb.com).

Menurut gue, apa yang membuat angka 7.5 tersebut adalah terlalu banyak story twist dalam filmnya. Webb membuat semuanya terasa rumit di film ini. Hubungan Richard Parker dengan Norman Osborn dan OsCorp maupun hubungan Harry Osborn dengan Norman dan OsCorp. It’s actually good for you to make those plots, but you have to understand and put yourself as the viewer. Dan juga terlalu banyak drama yang ditampilkan di film laga ini. Hubungan Peter dan Gwen begitu habis-habisan di expose dalam film, walaupun gue akuin penjiwaan mereka hebat, terlepas dari mereka memang merupakan happy couple di dunia nyata.


Gue pun merasa agak sedikit bosan di tiga perempat film karena memang sudah lelah untuk berpikir dan mengikuti jalan ceritanya. Mungkin juga karena filmnya nggak happy ending jadi orang-orang kecewa. So sorry Emma Stone, your contract has run out.


Tapi di balik itu semua, bukan Stan Lee dan Marvel namanya jika dia nggak membuat filmnya terlihat bagus. Marvel masih tetap juara dari segi visual effect. It means that I feel the swing of this Spider-guy, apalagi jika lu memutuskan untuk nonton di 3D atau 4DX. Gue pribadi selalu puas dengan efek visual yang ditampilkan oleh Marvel, yang dari waktu ke waktu semakin amazing aja. You guys did great.

I think 7.5 is still worthy to be watched, and I hope the next Amazing Spider-Man (3, 4) will be greater and greater than this. You still can put this film into your watch-list on weekend, by the way. Happy watching. J



Rate: 7.7/10


P.S.: Remember, Marvel always has something special after the credit title ends.


The Amazing Spider-Man 2
Sci-fi - Action – Adventure - Fantasy
142 minutes

Director(s)        : Marc Webb
Production Co  : Marvel Studios and Entertainment
Released              : 30th April 2014 (Indonesia)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar