Jumat, 28 Februari 2014

#MovieCorner #4: I, Frankenstein

Warning! Spoiler alert!




What comes in your mind while people mention the word ‘Frankenstein’? Monster? At least, it comes to my mind first.

Cerita dulu sedikit deh ya tentang latar belakang Frankenstein, biar semuanya lurus dan jelas. Frankenstein sebenarnya adalah novel fiksi yang sangat terkenal, di karang oleh Marry Shelley and published in 1823. Judul aslinya adalah ‘Frankenstein: The Modern Prometheus’. Dikisahkan di dalamnya bahwa ada seorang ilmuwan yang membiaskan batas antara hidup dan mati. Ia menciptakan monster yang pada awalnya ia niatkan untuk menjadi manusia dari mayat manusia-manusia yang sudah mati. Ia gabungkan semua organnya, dan dengan bantuan listrik ia hidupkan si monster itu. Nah jadi, according to the novel, Victor Frankenstein itu adalah nama ilmuwannya, si monsternya sih ngga punya nama. Frankenstein tiba-tiba menyesal dan berpikir dia udah buat kesalahan dengan menciptakan si monster, jadi dia pergi ninggalin monster yang masih lugu ngga punya dosa karena baru hidup di dunia. Monster kesepian, terus dijauhi oleh orang-orang karena rupanya yang buruk dan ngga ‘manusia’ banget. Frustasi karena kesepian dan diperlakukan buruk, dia lalu berniat mencari Frankenstein untuk minta pertanggungjawaban. Monster itu juga membunuh Elizabeth, yang merupakan istrinya Frankenstein, untuk membalas dendam. Gantian deh Frankenstein yang ngejar monster sampai ke Kutub Utara, dan dia meninggal karena kedinginan dan kondisi fisik yang menurun. Untuk lebih lengkapnya sih bisa beli novelnya di toko buku terdekat, versi Indonesianya banyak kok, versi bahasa Inggris kayaknya udah habis dimana-mana gara-gara diborong anak kelas kemarin pas ngontrak matkul Critical Analysis of Prose. Mau liat paper-nya juga boleh, udah kenyang banget ngebahas Frankenstein soalnya (loh kok malah tjurhat? Maaf kelepasan curcol jadinya. :p)

Nah, hubungannya apa dengan ‘I, Frankenstein’? I, Frankenstein ini ternyata mengisahkan kehidupan si monster (Aaron Eckhart) sehabis kematian penciptanya itu. Di film ini, setelah ia menguburkan Frankenstein, si monster malah jadi diburu oleh bangsa setan., kemudian ia diselamatkan oleh bangsa gargoyle. Awalnya gue pikir gargoyle itu adalah sebutan lain untuk malaikat, karena di film itu digambarkan mereka seperti malaikat gitu, tapi ternyata gargoyle adalah patung-patung yang dibuat di abad pertengahan dan dipercaya dapat mengusir roh jahat, biasanya letaknya di atap-atap gereja. Back to the movie, so basically the movie is about the dispute between the devil and the gargoyle. Si monster ini diburu oleh bangsa setan because he is invincible. Dia bukanlah manusia biasa yang mudah mati, dan ia juga makhluk yang memiliki kekuatan untuk bertarung. Setelah Leonore (Miranda Otto), pemimpin dari gargoyle, memberinya nama Adam, ia kemudian diberikan banyak informasi mengenai bangsa setan dan juga mempersenjatainya. Namun Adam memutuskan jalannya sendiri, ia akan membunuh siapapun yang ingin memburunya. Ia tidak memutuskan untuk tinggal di dalam pengawasan bangsa gargoyle.

200 tahun kemudian, dalam masa perjalanan sekaligus pelariannya, Adam dihadapkan pada kenyataan bahwa bangsa setan semakin gencar memburunya. Neberius (Bill Nighy), sang pangeran setan, ternyata menyamar sebagai kepala sebuah perusahaan yang mengembangkan penelitian tentang penghidupan kembali makhluk yang sudah mati. Ia mempekerjakan dua orang ilmuwan, Terra (Yvonne Strahovski) dan Carl (Nicholas Bell). Neberius ingin mengulang apa yang dilakukan oleh Victor Frankenstein, menghidupkan orang yang sudah mati untuk membuat ribuan tentara manusia jadi-jadian seperti Adam yang dirasuki oleh setan untuk menguasai dunia. Di sisi lain, bangsa gargoyle akhirnya menyadari bahwa Adam layak untuk dibunuh karena membahayakan keberadaan bangsa mereka juga. Gideon (Jai Courtney), punggawa kepercayaan Leonore, juga meninggal akibat duelnya dengan Adam karena ia diperintahkan untuk membunuhnya. Langsung pada akhirnya, Adam dan bangsa gargoyle berhasil mengalahkan dan memusnahkan Naberius (Bill Nighy) beserta semua bangsa setan dan tempat perlindungannya beserta ribuan prototype Adam.



Well, menurut gue sih ceritanya biasa aja, ngga heran kalo rating di IMDb hanya mencapai 5.5/10 saja. Di beberapa bagian, alurnya berjalan cukup sederhana sehingga menimbulkan kesan ceritanya terburu-buru. Since I expected too much, it’s not supposed to be as simple as that. Selain itu, Adam terlihat seperti manusia dengan banyak jahitan yang hampir sembuh, dan ukuran dia juga sama dengan manusia pada umumnya. Itu membuat image Adam di benak gue bukan lagi monster, melainkan manusia biasa yang cukup tampan. Seharusnya penampilannya bisa lebih menantang dari itu, because he’s playing as a monster, right?  Fortunately, beberapa adegan laga dikemas cukup baik. I love to see Aaron fights in the movie. In addition, some fire make it looks good.



Rate: 6.5/10


P.S.:

Aaron is just too handsome to play in this role. Just saying.


I, Frankenstein (2014)
Action Sci-Fi Fantasy
92 minutes

Director          : Stuart Beattie
Production     :  Lionsgate, Lakeshore Entertainment, Sidney Kimmel Entertainment
Released         : 1 February 2014 (Indonesia)


Picture and info sources:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar